Kisah Santri dengan Ustadz

KISAH SEORANG SANTRI DENGAN USTADZ

Seorang santri pernah bertanya pada ustadznya:

Santri : "Bgmn caranya agar kita mendapatkan sesuatu yg paling sempurna dlm hidup?"

Ustadz : "Berjalanlah lurus di taman bunga, lalu petiklah bunga yang paling indah menurutmu & jangan pernah kembali kebelakang"

Setelah berjalan dan sampai di ujung taman, si Santri kembali dengan tangan hampa.

Apa Yang Masih Tersisa…?

Suatu saat seorang aktivis muda melakukan perjalanan dakwah di negeri non-muslim. Dia berjalan mengetuk pintu dari satu rumah ke rumah lain untuk didakwahi, tetapi seluruh rumah yang diketuknya menolak dia dengan berbagai cara. 

Setelah kelelahan hari itu hendak pulang ke penginapannya, dia melihat ada satu rumah yang tidak terawat dan nampak seperti rumah suwung (rumah yang tidak berpenghuni) – maka dalam upayanya yang terakhir dia datangi rumah ini dan mulai mengetuknya pula. Terkejut dia ketika yang muncul dari dalam rumah adalah seorang laki-laki paruh baya yang hanya mengenakan celana kolor.

Bila Cinta Berbicara

Suatu ketika, seorang wanita kelihatan amat  sedih. Wajahnya kusut masai. Air mukanya letih menahan tangis. Rupanya, dia baru saja kehilangan anak tercintanya untuk selama-  lamanya.  Atas nasihat orang di desa, ia menemui seorang  tua bijak di pinggir hutan. 

Mereka berpendapat barangkali orang bijak itu dapat membantu menyelesaikan masalahnya. Karana merasa  amat cinta kepada anaknya yang telah mati itu, ia  amat berharap agar dapat bertemu dengan  orang bijak itu. Ditempuhlah perjalanan yang  jauh dengan cepatnya.